Home / Ojek Lainnya / Cerita Ojol Lampung | Pengalaman ONBID Pasca OFFBID by: Andisign Goods

Cerita Ojol Lampung | Pengalaman ONBID Pasca OFFBID by: Andisign Goods

Pengalaman ONBID paska OFFBID
by : Andisign Goods

4 Hari offbid paska demo driver gojek, dikarnakan uang sudah menipis, perut keluarga perlu di isi, akhirnya Saya onbid, Setelah berkeliling sekian jam hp berbunyi tanda orderan masuk.

Foto by : Noval Arya Mandalika

Saya pun senang hati dan meluncur ke lokasi titik jemput yang dimana tempat itu sangat banyak di tongkrongi rekan driver gojek.

Tempat itu di seputaran rajabasa, sesampai di lokasi Saya melihat seorang wanita yang menurut Saya parasnya cantik, saya melihat wanita itu telah di kerumuni rekan driver  gojek.

Ada yang pake jaket gojek ada juga yang tidak, karna sesuai titik jemput Saya berhenti tepat didepan mereka. Si wanita pun nyamperin Saya, di ikuti rekan driver.

Salah seorang betkata costumer ini nggak tau gojek lagi demo, Kita aja di sini offbid. Saya mengerti apa maksud teman tersebut. Sembari  costumer saya itu naik ke motor Saya, Saya pun bekata sorry bang Saya nggak tau. Dengan perasaan aneh terhadap Cara mereka. Saya pun jalan. Selama perjalanan si wanita cerita.

Wanita : Ngeri ya mas gojek sekarang kayak preman, tadi di kerumunin ngak tau ngomogin apa karna Saya  takut duluan jadi nggak dengarin omongan mereka.

Singkat cerita si wanita nanya

Wanita : Mas kayaknya Ada  aplikasi baru ya yang murah namanya Maxim kalau tidak salah.

Saya : Ia mba benar mba

Wanita : Kayaknya enakanya pake itu solanya gojek nggak jelas apalagi drivernya kayak tadi.

Saya : Tapi nggak semua driver mba sahut Saya.

4 Hari full offbid mengatasnamakan solidaritas dalam menuntut hak terjadi di driver gojek Lampung. Saya pribadi tidak ikut acara itu, sekalipun atas solidaritas.

Mengapa? Karna Saya melihat demo terjadi karna adanya pemotongan insentif 50% menuntut  dikembalikan ke semula (100%).
Kalau driver mencermati, bonus berbeda dengan tarif jika tarif di rubah sepihak, driver, consumer, bahkan pemerintah pasti angkat bicara, Ada demo berjilid-jilidpun Saya pasti ikut.

Tapi masalah bonus adalah hak dari semua perusahaan dikasih syukur nggak dikasih Alhamdulillah. Dengan kata lain lo suka mari ikuti lo nggak suka silahkan cabut dari Mitra.

Kalau di cermati aplikator pesaing gojekpun sudah ada, mereka tidak pake bonus atau insentif dan itu berjalan dengan baik.

Sekarang perlu driver sadari juga  rekan driver yang menggantungkan hidupnya di gojek merasa kehilangan sumber mata pencaharian, dikarnakan costumer selama driver offbid (demo) mengalami transisi secara pelan pelan ke aplikasi lain artinya mereka tanpa gojek juga coatumer bisa melakukan aktivitas keseharian mereka.  Gojek sudah mereka tinggalkan dan menggunakan pesaing gojek.

Bagai Mana jika tuntutan di penuhi GI,  seandanya IA apakah driver bisa mendapatkan pendapatan seperti  sedia kala? Tentu tidak sebab costumer sudah beralih ke yang lain.

Bagaimana jika tuntutan tidak dipenuhi GI?
Kita tunggu saja.

Pertanyaan yang kritis bagaimana mana nasib saya?
Kita tunggu aja nanti Saya kabrin lagi.

Sedikit quota buat driver online.
Khusus driver yang fokus di driver online bukan paruh waktu.

“Costumer : Tanpa gojek keluarga gw biasa makan”
“Driver Online : Tanpa costumer keluarga gw nggak bisa makan “

Terimakasih
Salam Satu Aspal

About admin

Check Also

HISTORIA GABUNGAN AKSI RODA DUA INDONESIA | STORY GARDA

Dalam menyampaikan aspirasi tuntutan, kami ojek online Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Indonesia, selalu melalui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *